Jadi Judul Jangan Minder

Hai, Sahabat Pena. Perkenalkan saya Ibuw. Hari ini Ibuw mau berbagi tentang judul tulisan. Mungkin di antara Sahabat Pena masih ada yang suka merasa sulit membuat judul.

Sebelumnya, mari kita intip esensi judul menurut Ibuw. kemarin-kemarin, Ibuw pikir judul itu :

  • seperti nama biasa. Syaratnya cuma satu: sesuai dengan isi tulisan.
  • seperti mahkota yang dipakai ratu atau raja. Tulisan dengan judul pasti disegani (dibaca).
  • ibarat kepala manusia. Bagian paling atas dari tulisan. Begitu saja.

Ternyata Sahabat, setelah belajar dan bertanya, Ibuw hari ini mulai memahami, bahwa :

  • Judul itu MARKETING PERTAMA dari tulisan kita. Bila judulnya tidak gencar, tulisan tidak laku. Kesepian di pojokan.
  • Judul itu PEMIMPIN YANG TANGGUH DAN JAGO STRATEGI. Mengomandoi dengan cerdas tulisan kita. Merebut sebanyak-banyaknya mata dan hati pembaca.
  • Judul itu SEGEL KEBERANIAN KITA. Semakin percaya diri judul, maka tulisan menjadi semakin berlian. Dicari dan mahal.

Jadi, Sobat Penaku sayang,  buat judul jangan minder.

Nih, sedikit tips judul unik yang pede versi Ibuw:

  1. Judul itu harus menyengat.

Atau sangat menarik perhatian. Kata-kata unik bisa dipakai. Atau idiom yang membingungkan juga bisa sangat mengundang pembacamu.

Contoh:

Madre (Dee),

Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (antologi sastra DKJ 2013)

Namaku tuhan (Witri Sansris)

  1. Judul harus mengajak.

Pakailah kata-kata yang asyik dan tidak biasa-biasa saja. Semakin membuat penasaran maka semakin banyak pembaca ingin melahap tulisanmu.

Contoh:

Berani Tidak Disukai (Ichiro Kisimi dan Fumitake Koga),

Judul Buku Ini Rahasia (Pseudonymous Bosch)

Bukan Untuk Dibaca (Deassy M Destiani)

  1. Judul jangan ribet.

Satu atau dua kata cukup. Paling banyak lima kata. Pakai diksi yang kuat dan tajam. Atau bisa juga memakai diksi ringan tetapi menyentuh hati.

Contoh:

Resign (Almira Bastari)

Darling (Arni Narni),

  1. Menggunakan angka.

Ternyata angka mengandung magnit. Judul-judul yang memakai angka jarang sekali membuat pembaca berpaling.

Contoh:

1984 (George Orwell)

5 cm (Donny Dhirgantoro),

2B (Maulida Azizah dan Ummu Rahayu)

Bagaimana, siap mencoba?

Foto: Freepik.com

 

5+
1 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Kiat Mengatasi Writing Block

oleh: Wulan Deli. Hai sahabat, pernah mengalami apa yang namanya writing block? Writing block saya terjemahkan sebagai ‘macet…