6 Poin Jitu Menulis Teenlit yang Asyik

Sahabat, yuk, cari tahu tentang bagaimana cara menulis teenlit yang jitu. Sebagai informasi, Teenlit adalah Teen Literature,  yaitu tulisan yang mengisahkan tentang kehidupan remaja SMP/SMU, dengan konflik di seputar mereka yang tengah mencari jati diri atau kisah percintaan. Sementara target pembaca adalah umum, tidak melulu anak-anak remaja.

Agar membuat novel tidak membosankan, maka buatlah novel yang mengisahkan perjalanan karakter utama dari satu titik menuju titik lain dengan konflik dan krisis yang menjadikan perjalanannya tidak mudah, demi meraih tujuan tertentu yang membawa perubahan bagi dirinya.

Simak poin membuat novel teenlit yang asyik, yuk!

  1. Untuk membuat tulisan / naskah, buatlah ide tentang keseharian kehidupan remaja. Bisa percintaan atau tentang bullying. Ide bisa kita dapat dari mana saja. Juga bisa dari medsos tentang berita-berita yang tertulis di sana.
  2. Agar tulisan kita tidak melebar, buatlah outline terlebih dahulu.
  3. Kemudian tentukan karakter untuk tokoh utama dan tokoh pelengkap yang terdapat dalam tulisan. Karakter harus memiliki identitas, kebiasaan kesehasiannya dan memiliki Jangan upa untuk memberikan nama yang unik dan tidak umum.
  4. Buatlah konflik yang nendang agar pembaca menjadi penasaran ingin mengetahui penyelesaian dari konflik tersebut.
  5. Buat adegan-adegan menarik dari penyelesaian konflik-konflik yang terjadi, agar cerita menjadi utuh. Hal ini sangatlah penting untuk memikat pembaca untuk membaca hingga akhir.
  6. Ending atau penyelesaian akhir tulisan harus dibuat memorable atau yang tidak terlupakan dalam ingatan. Ini di maksudkan agar pembaca suka dengan isi cerita.

 

Sebagai tambahan, simak juga 2 tips ini:

  1. Jangan lupa untuk membuat chapter pertama dengan adegan yang memikat, dengan dialog dan narasi yang membuat penasaran pembaca, serta tidak bertele-tele. chapter ini harus menyiratkan isi atau konflik yang mengarah pada konflik utama.
  2. Setelah selesai menulis, lalukan self editing, agar tulisan  menjadi rapi. Maka dari itu  jangan malas  membuka: KBBI, PUEBI, penggunaan tanda baca yang benar, dan mengikuti aturan dari penerbit.

Foto: Freepik.com

 

1+
2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like