Kesempatan Kedua

“Huffhh….” Della mengembuskan napas sambil mendaratkan pantatnya ke kursi empuk.

“Presentasi yang luar biasa.“ Tika ikut duduk di hadapannya. Mereka tengah duduk di kafe yang terletak di teras samping gedung.

Thanks.” Della memberikan senyum penuh kepuasan.

“Gila, ada sepuluh event yang bakal kita gelar bulan depan. Harus jaga kesehatan, nih.”

“Pastinya.”

Della menatap ke sekitar kafe, lalu memberikan lambaian tangan kepada seorang pramusaji untuk mendekat.

Lemon tea ice satu, hot tea satu, Mbak,” kata Della ketika seorang pramusaji mendatangi mereka.

“Tik, tolong arrange meeting untuk besok dengan decoration team.

Tika mengangguk sambil membuka buku catatannya.

“Besok ada waktu kosong pukul sepuluh sampai pukul dua belas. Siangnya kita akan cek lokasi event.

“Kalau begitu kita meeting after lunch di lokasi event.”

Tika mengangguk dan langsung mengetik pesan ke decoration team.

Pramusaji datang membawakan pesanan Della. Della mengambil gelas berisi hot tea dan menyeruputnya perlahan. Ponselnya bergetar. Della melirik ke arah layar ponsel. Mike. Della membiarkannya hingga getarannya berhenti. Ini adalah telepon kesepuluh sejak mereka bertemu tidak sengaja sebulan yang lalu di gelanggang olahraga.

Tika melihat perubahan air muka Della.

By the way, kau sudah tahu kabar terakhir tentang mantan suamimu?”

Della menggeleng.

“Kabarnya mereka baru kembali dari honeymoon.”

“Aku nggak mau tahu tentang mereka.”

“Kau yakin?”

“Sudahlah, Tika, lebih baik kita fokus pada pekerjaan kita.”

Lebih baik menutup pembicaraan yang tidak perlu, desah hati Della.

“Kau yakin?”

Tika menyorongkan ponselnya  yang berbunyi ke arah Della. Ada nama Mike di sana. Jadi, Mike akan menelepon Tika kalau panggilan teleponnya tidak diangkat? Lalu, ini yang dilakukan orang yang baru pulang dari honeymoon?Menelepon mantan?

Della memberi tanda agar Tika tidak menjawabnya dengan menggeleng.

***

 

“Della! Ada buket mawar untukmu!”

Della melihat Tika berdiri didekat meja resepsionis sambil mengayun-ayunkan sebuket mawar merah dengan belutan kertas warna merah muda kepadanya.  Della mendekat.

“Dari mana?” tanya Della sambil menerima buket mawar.

Tika mengedikkan bahunya.

“Ada kartunya di dalam. Aku tidak membukanya. Tidak etis, bukan?” Tika menjajarkan langkahnya di sebelah Della. Mereka menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai delapan belas, kantor mereka.

Lift terbuka. Setelah penumpang lift keluar semua, Della dan Tika masuk kedalamnya beserta tiga orang lainnya. Della mengambil tempat di bagian belakang bersama Tika. Dengan penasaran, Della mengambil sebuah amplop kecil warna merah muda yang disemat di antara kumpulan bunga mawar.  Dengan cepat matanya membaca tulisan tangan yang sangat diingatnya.

Selamat pagi, Della,

Aku berharap kau menerima buket mawar  ini sebagai tanda rasa kangenku padamu.

 Mike

Sudah Della duga, pasti buket ini dari mantan suaminya. Della bungkam. Tika terdiam. Ia tidak berani mengganggu kemarahan Della yang ingin disembunyikannya.

Lift berhenti di lantai lima. Dua orang bergegas turun. Tidak ada orang yang ikut naik ke atas. Beberapa saat kemudian lift berhenti di lantai dua belas. Orang terakhir keluar. Kini tinggal Della dan Tika di dalam lift.

Tiga menit kemudian, lift terbuka di lantai delapan belas. Della dan tika keluar dari kotak besi. Sebelum masuk ke dalam pintu kaca, Della berbelok ke sebelah kiri. Ia melihat ada seorang cleaning service sedang mendorong troly sampah. Dengan cepat Della membuang buket bunga itu dan berbalik ke dalam kantor.

Tidak akan pernah ada kesempatan kedua, Mike, bisik hatinya bergetar menahan amarah. Dan aku tidak akan membiarkan diriku menjadi  pelakor dalam rumah tanggamu.

Foto: Freepik.com

1+
2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Si Cemong

Nita tidak tahu sejak kapan mahluk kecil berwarna putih, hitam dan cokelat itu ada di teras rumahnya. Yang…
Read More

Work From Home

Frieda membuka ponselnya. Baru saja ada pesan yang masuk. Bu Frieda, saya pesan brownies almond 2 loyang untuk…
Read More

Getaran dalam Saku

Apa kabar, Dea? Sebuah pesan Whatsapp mengubah suasana hari ini. Aku tidak bisa langsung menjawab. Perlu beberapa kali…
Read More

Setelah Hujan Turun

Riana melihat ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang. Setelah dirasanya aman, ia ikut menyeberang bersama beberapa orang…
Read More

Alex

Pertama kali aku mengenal Alex adalah seminggu setelah kami sekeluarga pindah ke sebuah kampung di pinggiran Yogyakarta. Aku…
Read More

Mengapa Bunda Berpisah

Dari semua alasan perceraian, akhirnya anak-anak juga yang paling bingung menerima kenyataan. Seperti sebut saja Rubi. Gadis yang…