Ceplukan, Buah Mungil Bermanfaat Besar

Ceplukan
Ceplukan

Bagi generasi masakini ceplukan adalah suatu tanaman yang asing karena jarang ditemukan di pasar, baik pasar tradisional maupun modern. Generasi sebelum 90-an pasti mengenal ceplukan sebagai buah yang sering dicari anak-anak ketika “bertualang” di pinggir sawah. Kini, buah yang sering dipakai untuk bermain perang-perangan itu tenar karena manfaatnya.
Ceplukan adalah tumbuhan liar yang ditemukan di pinggiran sawah, ladang tanaman kacang, semak-semak, atau pinggiran hutan. Baru beberapa waktu terakhir, ceplukan seolah naik daun dan merambah pasar modern, hingga penjualan online, apalagi karena keberadaannya sudah sulit ditemukan dan menjadi perburuan orang.
Ceplukan atau ciplukan memiliki banyak nama. Orang Madura menyebutnya yor-yoran. Kecendet adalah nama Sunda-nya. Di Bali, ceplukan dijuluki keceplokan. Orang Barat menamainya Golden Berry atau Morrel Berry. Buahnya dilindungi oleh kelopak serupa tudung yang menyebabkannya bagai terbungkus mirip bentuk lampion. Buah yang sudah matang berwarna kuning kehijauan, berasa asam manis segar.
Di balik tampilannya yang sederhana dan bentuknya yang mungil, ceplukan memiliki banyak manfaat. Bahkan tidak hanya buahnya, daun dan batang ceplukan memiliki khasiat pengobatan. Tak heran di masa pandemi panjang ini buah ceplukan muncul dan laris manis.

Berikut manfaat dari tumbuhan ceplukan :

Daun

Daun ciplukan mengandung polifenol dan asam klorogenat, memiliki khasiat anti-inflamasi dan analgesik sehingga mampu meredakan rasa nyeri dan membantu mengurangi peradangan. Bisa dimanfaatkan dalam pengobatan bisul dan borok. Caranya haluskan daun ceplukan kemudian campur dengan sedikit kapur sirih dan tempelkan pada bisul atau borok (health.kompas.com)

Buah

Bagian dari tumbuhan ceplukan yang paling banyak dimanfaatkan adalah buahnya. Dilansir dari buku Ahli Atasi Kolesterol, Hipertensi, Diabetes (2016) oleh Trubus, buah ceplukan mengandung antibakteri yang dapat meluruhkan endapan kalsium dalam ginjal. Vitamin C-nya pun cukup tinggi, sehingga baik untuk memperkuat system imun. Selain itu, zat-zat yang terkandung dalam buah ceplukan dipercaya mampu mengatasi diabetes, menurunkan kolesterol, dan mengurangi resiko penyumbatan darah. Cara mengonsumsinya adalah dengan mencuci buah menggunakan air bersih yang mengalir. Ada beberapa supermarket yang menjual ceplukan masih lengkap dengan tudungnya. Tudung ini dibuka dulu sebelum dikonsumsi. Buahnya yang berukuran kecil, nikmat sekali sebagai camilan sehat. Cara lainnya adalah dengan merebus dan meminum air rebusan yang telah dingin. Disarankan tidak dikonsumsi setelah lebih dari 24 jam.

Akar

Akar dan batang ceplukan mengandung saponin dan flavonoid. Meminum air rebusan akar ceplukan dipercaya dapat membersihkan kencing kotor, mengatasi diabetes, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Nah, Sahabat Pena, yuk, mulai mengonsumsi ceplukan!

Foto: koleksi pribadi

2+
2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like