Webinar Klub Pena yang Beda Rasa

Sahabat, apa yang terlintas di kepala kalau kita berbicara tentang webinar? Pastinya menjadi tambahan ilmu, juga ada tanya jawab. Betul sekali. Namun, kali ini webinar yang diadakan oleh Klub Pena terasa berbeda. Lalu, apa bedanya dengan webinar-webinar sebelumnya? Yuk, kita intip isi webinarnya.

Acara webinar dibuka dengan manis oleh Ibu Guru kita, Ibu Wulan atau yang sering dipanggil juga Bu Lalan, pada pukul sembilan lewat sepuluh menit. Hanya ada sepuluh peserta pada saat pembukaan. Namun berjalannya waktu, peserta pun bertambah. Tiga puluh menit di awal, webinar masih berisi ilmu tulis menulis dan reminder perlunya swasunting dan menulis rapi.  Juga penggunaan  Web Klub Pena sebagai wadah belajar menulis.  Karena menulis adalah salah satu alat komunikasi  penulis kepada pembacanya,  maka kita harus  menulis dengan rapi agar dapat tersampaikan apa yang penulis inginkan ke pembacanya.

Ibu Wulan juga mengingatkan peserta, terutama anggota lama, untuk segera menelurkan sebuah buku solo. Karena sebenarnya, tulisan adalah jejak hidup seseorang yang dapat dinikmati oleh orang lain. Menurut yang beliau baca, penulis itu memiliki daya intelektual tinggi, karena penulis bisa mendeskripsikan sesuatu secara detail.

Dan akhirnya, Ibu Wulan memberikan 4 jurus jitu menulis, yaitu :

  1. Jangan pelit dengan kata dan tanda baca, agar pembaca paham maksudnya apa.
  2. Gunakan kalimat efektif, untuk menghindari pemborosan. Seringkali penulis tidak menyadari.
  3. Jadilah pembaca untuk tulisan kita sendiri. Jangan merasa puas dengan tulisan yang baru saja kita selesaikan.
  4. KiSS =Keep it Short and Simple (Buat menjadi pendek dan sederhana/mudah). latihan menulis dalam satu kalimat tidak lebih dari 10 kata, atau satu alinea tidak lebih dari 5 kalimat.

Untuk penulis yang ingin menulis semua ide-idenya, bisa menuangkannya ke dalam blog pribadi, yang webinarnya pernah diisi oleh Uda Endo Putra, sebagai narasumber. Untungnya, beberapa dari anggota sudah punya blog dan berlatih menulis di sana. Untuk blog pribadi, Bu Wulan tidak ikut campur, meng-edit atau menjewer kita karena ada kesalahan-kesalahan dalam menulis. Justru dengan begitu kita harus lebih banyak belajar  dan tidak malas membuka PUEBI dan KBBI  lagi. Sering-sering mengecek tulisan untuk edit dan re-edit. Setelah yakin tulisan sudah benar, barulah kita tayangkan di blog. Jangan sampai kita membuat tulisan yang isinya bagus, tetapi penulisannya kurang rapi.

Masih banyak waktu  tersisa yang akhirnya digunakan untuk tanya jawab seputar menulis dan pembuatan blog. Namun, ketika Bu Wulan menyinggung tentang persiapan milad ke Klub Pena, yang kemungkinan akan diadakan di sebuah tempat yang masih direncanakan, suasana menjadi hangat. Semua peserta menjadi  antusias dengan acara yang akan mendatangkan Mas Iben sebagai pembicara dan seorang  MC yang  seru.

Tidak terasa Klub Pena akan berulang tahun yang ke-4 pada tanggal 10  Januari 2021 nanti. Klub Pena yang menjadi mimpi dari seorang Ibu Wulan Suminarsih ternyata menjadi besar dan kokoh. Akhirnya tanpa sadar kita mengurai kisah lama saat ulang tahun Klub Pena yang ke-2 di Ruang Hampa,  Tanjung Barat. Saat itu peserta berjumlah 15 orang, duduk melingkar  mendengarkan motivasi dari Bu Wulan.  Saat itu pula kita menuliskan sejumlah mimpi untuk menerbitkan beberapa buku. Dan Alhamdulillah,  orang-orang yang dulu ada saat milad ke-2,  ternyata masih terus berdiri di samping beliau hingga milad ke 3, juga launching buku-buku antologi. Semoga anggota Klub Pena akan terus bertahan dan bertambah hingga milad ke-4 dan seterusnya.

Sejujurnya, Ibu Guru adalah pahlawan bagi kami. Karena beliau dengan suka rela meluangkan waktu untuk terus menggempur semangat kami agar terus menulis hingga mimpi-mimpi kami terwujud. Suasana berubah menjadi haru. Ada tangis. Maklum, kami adalah kumpulan ibu yang  sensitif. Namun, kami bangga menjadi anggota Klub Pena yang setia dan tetap gigih  menulis.

Sahabat, Ini adalah webinar yang berbeda dari webinar-webinar yang lain. Karena baru kali ini ada webinar berisi tangis bahagia dan kehangatan keluarga selain berisi ilmu. Di sini misi kami sama. Sama-sama ingin mewujudkan mimpi  sebagai penulis, agar jejak hidup kami dapat terekam.

Baca juga: Swasunting, Mengapa Perlu?

Foto: Freepik.com

3+
4 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like