Singgah di KM 456, Rest Area Rasa Bandara

KM 456
Foto: Google.com

Setelah dulu kita pernah berjalan-jalan menikmati sawah dan gunung di sekitar tol Salatiga, kali ini teman-teman akan saya ajak memanjakan mata dengan pemandangan megahnya gunung Merbabu dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Tempatnya masih di sekitar tol Salatiga. Ketika kita akan bepergian ke Salatiga dari kota Semarang, kita akan menemukan dua tempat peristirahatan yang sama megah dan luasnya. Salah satunya adalah tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) baru di KM 456 tol Salatiga. Letaknya tidak jauh dari exit tol Salatiga.

Tempat peristirahatannya terbagi dua, Yaitu Resta Pendopo Km 456 A yang akan kita temukan ketika kita bepergian dari Semarang ke arah Salatiga. Kemudian di seberangnya akan kita temukan Resta Pendopo KM 456 B yang akan kita lalui dari arah sebaliknya. Uniknya, kedua TIP ini saling terhubung satu sama lain dengan sebuah jembatan berdinding kaca, sehingga pengunjung dari mana pun bisa menikmati kedua TIP dan menjelajahi seluruh isi TIP baik itu A ataupun B.

Ketika kita masuk ke lahan parkir yang luas, kita akan disambut oleh bangunan megah beratap joglo khas Jawa Tengah. Kemudian kita akan temukan gerbang yang lebar dengan penjaga di kanan dan kiri membawa thermo gun siap memeriksa satu per satu pengunjung TIP. Kami terus berjalan ke atas. Dengan sliding road yang landai dan tidak licin memudahkan kami saat membawa anak anak serta. Selayaknya objek wisata lainnya, saat kita masuk dari gerbang TIP kita akan disuguhi dengan berbagai gerai kuliner. Di samping kanan kiri kami terdapat berupa-rupa gerai penjual makanan dan minuman, seperti gerai minuman teh, gerai jamu tradisional hingga gerai minuman boba. Sampai penjual kaktus pun kita akan temukan di sana. Meskipun demikian kami tidak berhenti, kami penasaran dengan seluruh isi ‘bandara’ tersebut. Kami juga melihat tumpukan kursi kecil-kecil. Dugaan kami itu yang nantinya akan digunakan untuk atraksi budaya.

Kami tiba di jalur penghubung antara TIP A dan B. Di sana kami temukan musala yang luas berdinding kaca dengan ornamen di sekeliling dindingnya. Di sebelah kanan, kami temukan ruang terhampar hijau yang masih tertutup untuk umum. Mungkin nanti akan dijadikan tempat bermain untuk anak anak.

Kemudian sampailah kami di jembatan penghubung antara TIP A dan TIP B. Benarlah ketika tempat itu diklaim sebagai TIP terindah sepanjang tol trans Jawa. Cuaca yang cerah membuat kami bisa menikmati dederetan gunung mulai dari Merapi yang jauh, Merbabu yang besar, gunung Sumbing, Sindoro, hingga Ungaran. Kami juga bisa melihat mobil yang terus berpacu lalu lalang di bawah jembatan melalui dinding kaca.

Perjalanan kami teruskan ke TIP A. Tidak jauh berbeda dengan TIP B, di kanan kiri kami banyak sekali gerai kuliner. Mulai dari gerai makanan tradisional seperti sate sapi, tumpang koyor, nasi bakar hingga pencok, ataupun makanan lainnya seperti roti unyil, spaghetti, burger hingga gerai fried chicken. Tidak lupa sempat kami lirik penjual macam macam suvenir yang terbuat dari kain batik. Di lantai dasar kita akan temukan lokasi dengan logo starbuck yang cukup luas. Sayang sekali waktu kami ke sana belum dibuka. Ada juga SPBU yang beroperasi non stop 24 jam.

Setelah puas berjalan-jalan di TIP A kami memutuskan untuk kembali di TIP B. Walaupun hanya beberapa lantai saja, tempat ini juga dilengkapi dengan lift sehingga memudahkan ketika pengunjung membawa barang banyak. Kami beristirahat di TIP B dan memesan nasi bakar yang kami nikmati sembari memandangi segarnya aliran sungai kecil dengan hamparan sawah yang menghijau di sebelahnya. Tidak disangka kami melihat beberapa kerbau yang juga mencoba menikmati segarnya air di sungai tersebut.

Salatiga semakin terus berbenah. Dengan adanya TIP ini diharapkan Salatiga akan menjadi kota singgah dengan fasilitas yang tidak kalah menariknya  di tengah-tengah suasana yang semakin memerah…

4+
2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like