Khawatir Dampak Buruk Gawai? Simak Tips Diet Detoks Gawai Berikut!

Detoks Gawai
Detoks Gawai (Foto: Freepik.com)

Ayah dan bunda, pemakaian gawai yang intens oleh ananda selama berjalannya pembelajaran jarak jauh, tak bisa dihindari. Akan tetapi, apakah kita berdiam diri? Tentu sebaiknya tidak bukan? Untuk itu, di masa liburan kali ini adalah masa yang tepat bagi kita untuk mengevaluasi pemakaian gawai di dalam keluarga. Apakah kita perlu melakukan diet gawai? Atau sudah saatnya kita melakukan detoks?
Diet gawai adalah istilah yang dipakai dengan menganalogikan pemakaian gawai ibarat seseorang yang sedang mengatur konsumsi makanan. Seseorang yang diet, umumnya akan mengatur pola makanan dan jenis makanan apa saja yang akan di konsumsinya. Tentunya pola dan jenis makanan yang dipilih adalah makanan yang sehat seperti buah dan sayur, makanan yang seimbang gizinya, serta rendah lemak atau non kolesterol.
Nah, dalam diet gawai, seseorang diharapkan mampu mengatur pola pemakaian gawai dan informasi apa saja yang ingin dikonsumsinya. Tentunya dalam melakukan diet gawai informasi yang dikonsumsi seseorang diharapkan seimbang dan pemakaian gawai tidak berlebihan sehingga masih memungkinkannya berinterkasi dengan orang lain di dunia nyata.
Tujuan utama dari diet gawai ini adalah agar penggunaan gawai hanya dilakukan untuk hal-hal yang penting dan bermanfaat. Selain itu, diet gawai juga membantu seseorang terhindar dari kemungkinan terkena dampak buruk dari pemakaian gawai secara berlebihan. Beberapa dampak penggunaan gawai berlebihan antara lain: kerusakan pada mata, sulit tidur (insomnia), sulit berkonsentrasi, sulit bersosialisasi, gangguan komunikasi, berkepribadian ganda, terjerumus pornografi, hingga kecanduan.
Adapun langkah-langkah untuk melakukan diet gawai yang bisa dilakukan ayah dan bunda, di rumah adalah sebagai berikut:

1. Cek total waktu penggunaan gawai per hari dan kurangi secara bertahap. 

Diet gawai dapat Anda mulai dengan mengecek pemakaian gawai dalam sehari. Apakah 5 jam 7 Jam? atau 10 jam? Setelah itu atur jadwal agar anda dapat mengurangi pemakaian gawai secara bertahap, hingga didapatkan waktu yang ideal, yaitu 2-3 jam per hari. Hal ini karena pemakaiaan gawai lebih dari 4 jam sehari oleh para ahli komunikasi sudah dianggap sebagai pemakai media berat (heavy viewers). Apabila dibiarkan bahkan sampai lebih dari 10 jam, akan membuat seseorang sulit membedakan dunia nyata dan dunia maya dan mengganggu dirinya secara kejiwaan.

2. Kurangi aplikasi yang menghabiskan waktu atau kurang bermanfaat. 

Saat mengecek waktu layar di ponsel maupun laptop, Anda juga dapat melihat aplikasi apa saja yang paling banyak memakan waktu Anda. Mulailah mengurangi aplikasi yang paling banyak Anda gunakan tersebut. Jika media sosial yang paling banyak Anda gunakan, ada baiknya Aanda menghapus beberapa akun atau bahkan media sosial yang Anda miliki. Begitu juga bila ternyata aplikasi permainan (games) dan video streaming yang banyak menghabiskan waktu Anda, maka jangan senggan untuk mulai menghapusnya dari ponsel dan gawai Anda yang lainnya.

3. Tetapkan menu pemakaian gawai setiap harinya. 

Dalam menerapkan diet gawai ini, Anda juga diharapkan menetapkan menu pemakaian gawai Anda dan keluarga setiap harinya. Jangan di semua waktu Anda habiskan untuk melihat media sosial, misalnya. Akan tetapi, Anda perlu juga mengatur agar Anda dapat mengambil manfaat dari keberadaan gawai ini untuk menambah keterampilan dan pengetahuan. Untuk itu dalam diet gawai, sebaiknya Anda atur pemakaian gawai di pagi hari khusus untuk Anda membaca berita/informasi terkait kejadian penting di sekitar Anda. Kemudian di siang hari, Anda dapat menambah keterampilan atau berbagai keterampilan yang Anda punya dengan melihat tutorial memasak, atau membuat kreasi tertentu. Sementara itu, penggunaan media sosial dapat Anda lakukan di sore hari.

4. Hentikan koneksi pada waktu-waktu penting. 

Dalam hidup ini, Anda pasti punya waktu-waktu penting yang bahkan keluarga Anda pun diharapkan bisa menghargainya. Untuk itu, gawai juga sebaiknya tidak diaktifkan atau minimal dimatikan koneksi internetnya pada waktu-waktu penting tersebut. Adapun waktu-waktu penting itu antaralain: saat Anda beribadah (salat, berdoa, membaca Al-qur’an), memasak, mengendarai motor atau mobil, tidur, mandi, atau bahkan saat makan bersama keluarga. Keberadaan gawai yang selalu aktif 24 jam tentu akan mengganggu waktu-waktu penting Anda tersebut, dan tentunya Anda tidak ingin kan, kehilangan privasi Anda.

5. Gunakan aplikasi untuk menonaktifkan gawai. 

Saat menggunakan gawai, tak jarang Anda lupa waktu. Awalnya hanya ingin melihat media sosial selama 30 menit, tetapi ternyata tak terasa sudah 90 menit. Untuk itu, dalam setiap pemakaian gawai, sebaiknya Anda juga memasang alarm atau aplikasi yang dapat mengingatkan hingga mematikan gawai Anda sesuai waktu yang telah Anda tetapkan. Hal ini penting, agar pada saat penggunaan gawai, Anda dapat diingatkan untuk tidak melampaui waktu yang Anda tetapkan sendiri.
Demikianlah 5  tips diet gawai yang dapat Anda lakukan di rumah bersama keluarga Anda. Pastikan tips ini dibicarakan dan disepakati bersama dengan seluruh anggota keluarga agar dapat efektif diterapkan di rumah. Kalau perlu disepakati juga hukuman (punishment) dan penghargaan (reward) atas setiap pelanggaran dan ketaatan.
Namun, jika ternyata pelaksanaan diet gawai ini kurang efektif, terlihat dari tingginya pelanggaran yang terjadi oleh anggota keluarga Anda, maka berarti itu adalah tanda Anda dan keluarga Anda harus melakukan detoks gawai. Detoks gawai adalah menghentikan pemakaian gawai sama sekali untuk waktu tertentu, dan menggantinya dengan kegiatan-kegiatan yang lebih produktif.
Adapun kegiatan-kegiatan produktif yang bisa Anda lakukan bersama keluarga saat detoks gawai ini, misalnya: berlibur ke pedesaan yang memang tidak ada sinyal di sana. Saat di alam pedesaan tersebut, Anda dan keluarga dapat mengisi waktu dengan berkebun, berolahraga, memasak masakan favorit, dan sebagainya. Intinya, dalam detoks gawai Anda benar-benar menikmati waktu-waktu kebersamaan Anda dan keluarga tanpa terganggu oleh gawai. Menarik bukan? Jika ingin tahu lebih jauh tentang manfaat diet dan detoks gawai, Anda dapat membacanya lebih utuh di buku Diet & Detoks Gadget: Kiat Bebaskan diri dari Kecanduan Gadget. Semoga bermanfaat!

*Penulis Buku Diet & Detoks Gadget, Noura Books, 2020

Foto: Freepik.com

5+
3 Shares:
1 comment
  1. Tips nya bagus bu Az, mmg ini mslh yg Terjadi terhadap anak2 Kita bahkan Kita para orangtua juga seeing Kali lupa waktu jika sudah asyik dengan gawai. Memang bukan hanya medsis yg sering dipanyau tapi juga aneka informasi dan edukasi sekarang dengan mudah Kita dapatkan melalui gawai. Kecanduan gawai bagi anak2 kitapun sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, ditambah lagi pada masa pembelajaran daring tahun ini. Terimakasih tipanya Ibu.

    0
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like