Ulang Tahun Klub Pena Ke-4

Foto: Freepik.com

Hai Sahabat Pena!
Selamat Tahun Baru 2021.
Selamat ulang tahun Klub Pena yang keempat.
Bersyukur saya dapat membersamai Klub Pena dan mengekor bu guru pada setiap acaranya.

Bagi saya, Klub Pena itu adalah sebuah kegembiraan.
Kegembiraan dalam berkreasi.
Kegembiraan dalam belajar hal yang baru.
Kegembiraan dalam berpetualang dan berselancar di dunia menulis.
Kegembiraan dalam kebersamaan dengan orang-orang yang fokus pada satu hobi.
Bagi saya. menulis adalah waktu me time untuk relaksasi. Menulis tidak boleh bikin stres, itu mottoku. Jadi, carilah cara dan media supaya menulis itu asyik.

Apa yang kamu dapat dari Klub Pena selama 4 tahun ini?

Banyak hal tentang seluk-beluk menulis, antara lain :
1. Menulis dengan tata bahasa yang baik dan benar.
2. Menulis dengan gaya populer.
3. Belajar swasunting (self editing).
4. Belajar membuat sebuah novel.
5. Belajar menulis sebuah artikel.
6. Belajar membuat blog, media milenial di dunia maya.
7. Belajar hypnowriting, mengelola alam bawah sadar untuk tetap dapat menulis dengan antusias.
8. Memahami tentang penulisan fiksi dan fiksional.
9. Mengenal prosamini.

Dan masih banyak lagi. Bonusnya, saya mendapat banyak pengalaman bagaimana mengelola sebuah komunitas hobi dan pengalaman sebagai event organizer untuk menyelenggarakan sebuah kelas luring.

Awal tahun ke-4, bu guru berinisiatif memberikan media tempat kumpul daring bagi anggota Klub Pena bernama OSAKA (Obrolan Bahasa Kita). Pertemuan ini bukan  kelas formal. Serius, tapi santai, dan tetap dapat ilmu.

Sudah 17 buku antologi yang dipersembahkan oleh Klub Pena. Saya ikut serta di dalam sepuluh buku di antaranya.
Apa yang kamu harap kan dari menulis bersama dalam sebuah buku antologi? Yang paling saya rasakan adalah kebersamaan dalam belajar. tidak ada kesenjangan antara penulis lama dan para pemula. Kami saling menyemangati sejak dibimbing oleh bu guru dari awal. Asyiknya bagi saya adalah tema sudah ditentukan di awal. Jadi saya tak perlu berlama-lama memikirkan sebuah ide. Kami juga berlatih untuk membuat revisi dari naskah awal kami. Juga ada kegembiraan bersama dalam memenuhi deadline yang selalu bikin deg-degan. Klub Pena juga menawarkan bimbingan membuat buku solo yang dibimbing oleh bu guru. Kami terus disemangati untuk bersiap ke arah itu.

Merupakan kebanggaan tersendiri setiap momen sebuah buku berhasil terbit. Ada nama kami tertera di situ menemani nama bu guru. Saya tidak mencari nama besar di setiap buku. Saya hanya bangga bahwa kita tumbuh bersama di dalam sebuah karya tulis.

Terima kasih bu guru! Maju terus Klub Pena!

Foto: Freepik.com

5+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like